Selasa, 08 Maret 2016

Ibu atau Anak yang sakit?

Salah satu kegalauan seorang ibu/umi/mama/mami/bunda adalah saat anak sakit.
Entah di usia berapapun anaknya.
Bener ga?

Seperti saya kemarin dan yaa sampai hari ini

Dulu sebelum nikah dan punya anak, sering tuh saya baca status ibu yang anaknya sakit
*eh sampai sekarang kadang suka ada juga sih
Katanya gini: cepet sembuh sayang, mending ibu aja deh nak yang sakit daripada kamu

So sweeettt
Memang itulah ibu
Apapun demi kebahagiaan anak

Tapi setelah punya anak sendiri
Rasain bener2 likaliku punya anak saat sehat maupun sakit
Saya kok lebih setuju status lain ya?
Yaitu: jadi ibu harus sehat

Lha piye
Bayangin aja nih yaaaaa kalau anak sakit
Kalau anak itu masih menyusu asi, dijamin anak bakal nempel nyusuuuu mulu
Makan ga mau, milihnya nyusu

Kalau anak itu masih batita, maunya gendong
Bener2 tak gendong kemana2
Dan dari 10 gendongan, 8 gendongan harus sama ibunya (macam pertandingan aja nak)

Kalau anak itu balita up (5 taun ke atas maksudnyaaa)
Ya sama aja
Makan...ibuuuu
Mandi....ibuuu
Tidur...ibuuu

Jangan ditanya capeknya kaya apa
(dan jangan berani-beraninya nanya: “capek ya?” duh membangunkan macan tidur namanya “NGANA PIKIR?!!!!!”)
Kurang tidur
Kurang makan
Kurang nafas (gendong anak, skin to skin, bolak balik liat muntah..wedeeeww)

Sakit=lemah=lemes=tak berdaya

Kalau anak sakit kita ni ibu2 yang galak bin cerewet ini tetep bisa jadi penyelamat mereka
Jadi perawat: “dek..minum air putih banyak biar banyak pipis”
Jadi katering: “mau makan apa ibu masakin?sop?bayam?bubur?sumsum?spagetty?” (dipikir restoran)
Jadi dokter: “diukur dulu ya sayang panasnya..ayok keteknya dibuka”
jadi kasur: “sini skin to skin sama ibu...hhhggggg” (eungap keberatan anak)
jadi guling: “aku maunya sama ibuuuuuu” (tangan kita dikeukeup 24jam)
jadi dayang: “aaakk..ayok mulutnya dibuka aaaaaaakkkkk”

nah kalau kita sakit?
Siapa yang masakin anak dan suami?
Siapa yang siapin baju tas sekolah?
Siapa yang nyusuin bayi asi kita?
Siapa yang ngelonin tidur mereka?

Jadi yaaaahh itulah kenyataannya
Walau pedih perih liat anak sakit
Liat anak panas sampe muka megar merah
Liat anak uhuk2 batuk
Liat anak bolakbalik muntah
Kita harus KUAT
Harus tabah berdoa “ya Allaaaahh..kuatkan saya..sehatkan anak saya...angkat penyakitnya”

Ibu itu harus sehat
Karena salah satu jobdesk ibu adalah perawat keluarga!!!
Hidup ibu sehat



Salam,
Deasi Ratna Wulandari

Ibu 2 anak yang lagi teler 2 hari begadang

Senin, 01 Februari 2016

Panduan MPASI

MPASI pada bayi

oleh: Deasi Ratna Wulandari

Setelah 6 bulan hanya mendapatkan ASI, saat nya bayi Moms memasuki masa MPASI
Tapi ingat semua ada aturannya ya Moms

Walau saat ini ada banyak metode tentang MPASI. Misalnya ada yang berpendapat menu pertama harus sayur dahulu, ada juga yang bilang gula dalam buah lebih baik, ada juga yang menganggap pemberian serelia lebih minim menimbulkan alergi.

Pada awalnya banyak yang memilih metode WHO untuk pemberian MPASI. Namun saat ini juga banyak yang memilih metode FOOD COMBAINING yang mengutamakan buah, ataupun BABY LED WEANING (BLW) yaitu membiarkan bayi langsung memakan makanan padat sendiri dengan tujuan mengajarkan bayi mandiri dan belajar mengunyah

Apapun pilihan Moms tetap pelajari tetap pelajari terlebih dahulu ya Moms. Sesuaikan dengan kondisi anak kita sendiri. Tidak perlu membandingkan dengan anak orang lain, fokuslah pada anak kita.

Dan sebenarnya, apapun yang kita pilih itu bukan hal yang terlalu penting untuk diperdebatkan. Yang penting, berikan bahan makanan segar, serta bukan instan atau siap saji. Secara garis besar, inilah panduan yang perlu diperhatikan saat memulai MPASI:

1. USIA
Usia pemberian mp-asi
MP-ASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan berdasarkan kesiapan pencernaan bayi.
Resiko pemberian mp-asi dini sebelum usia 6 bulan akan memperbesar resiko alergi, diare dan penurunan produksi ASI. Pemberian mp-asi telat bulan dapat menyebabkan bayi tidak mendapat cukup nutrisi, sehingga mengalami defisiensi zat besi, tumbuh kembang yang terlambat.

2. FREKUENSI
frekuensi pemberian makan, berapa kali bayi diberi makan dalam sehari.
Di awal mp-asi diberikan 1-2 kali selama 2 minggu pertama;
seterusnya usia 6-9 bulan diberikan 2-3 kali makan utama sehari dan ditambah 1-2 x makanan selingan (buah);
usia 9-12 bulan 3 x makan utama dan 2x makanan selingan (buah, dll)

3. HINDARI MAKANAN BERGAS
Pilih sayuran dan buah yang bisa menimbulkan gas. Pada sayur, misalnya kol, sawi, kembang kol, kacang panjang, lobak dan asparagus. Sedangkan buah misalnya durian

4. MAKANAN TUNGGAL
Karena hanya mengkonsumsi ASI selama 6 bulan, maka saat pemberian MPASI harus dimulai dengan memberikan hanya 1 jenis makanan sekali makan. Ini untuk melihat apakah muncul alergi atau tidak. Alergi dapat dilihat 3-8jam setelah mengkonsumsi makanan. Artinya dalam 1 hari bayi bisa memakan 2 jenis makanan tunggal

5. VARIASI MAKANAN
Untuk perkenalan awal mp-asi, paling lama 2 minggu pertama disarankan dikenalkan satu jenis bahan tidak dicampurdengan frekuensi makan 1-2 kali sehari.
Masa pengenalan ini digunakan untuk pengenalan variasi sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah.
Khusus untuk protein hewani jika dirasa sulit dikenalkan secara tunggal, bisa dicampur dengan sumber karbohidrat yang sudah lolos pengenalan tunggal.
Pengenalan lemak tambahan sudah bisa dilakukan di 2 minggu perkenalan bahan tunggal. Penyajian menu tunggal boleh dicampur dengan lemak tambahan.

6. HIGIENIS
menyiapkan dan memasak makanan secara higienis. Pastikan makanan bebas patogen dan kuman, tidak mengandung racun/bahan kimia berbahaya, cuci bersih, masak dan simpan dengan baik, cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan dengan memakai sabun.


Senin, 11 Januari 2016

Rumah Impian

Dulu ni ya awal nikah ngekos sama suami
Ditengah kota jakarta
Mulai deh rasain Ratu Rumah walau cuma di kamar kos ^^

Waktu mulai bangun rumah modelnya desain sendiri
rumah impian
dan saat itu mulai kebayang aneka konsep interior
Nuansa ini nuansa itu

Tapi ternyata menikah dan rumah dan anak itu bikin rumah jadi yaaaa..jadi rumaah

Punya anak perempuan yg ntah mengapa suka pink, suka frozen lah, elsa lah, suka masak2an, suka salon2an

Sudah disediain sih 1 kamar khusus mainan dan tempat mainnya
(gayaaaa..padahal sih emang belom ada dana buat ngisi itu kamar)
Tujuannya biar disitu aja lah yg ada pink2an, disitu aja yg amburadul dan penuh tokoh boneka

Tapiiii kenyataannya
"Ibuuu sini aku dandaniin" -> pindah 1 tas salon ke kamar
"Bapaaaakk main lego bapak jd tukang masak' -> pindah 1 box lego ke karpet
"Aku maunya peluk elsa kasian dia masih kecil" -> dan elsa pun bobok di sofa

Daaann sekarang muncul Damar
anak ke dua kami
laki-laki
Mulailah muncul boneka bola
Mulai kebayang si singa bunyi2 yg pasti damar suka
Nantinya juga nyusul dong yaaa sepeda dan otopet (manalah Damar sudi pake punya mba nya yg berwarna pink itu)

Mulai makin kebayang seperti apa "interior" rumah kami
mulai kebayang ceceran mainan itu
mulai kebayang remah makanan

Anakku oh anakku
Rumah impian ibu buyaaarr semua
Ternyata interior karya kalianlah yg paling indah
Pernakpernik kalian yang ngebuat rumah ini seperti istana
Tumpahan susu kue nasi ternyata lebih sempurna dari lantai kinclong
(walau ibu tetep aja teriak: ya ampun ayuuuuuu)
Dulu bahkan dalam bayangan ibu rumah ibu tidak seindah ini
Berkat kalian
Ayu
Damar