Senin, 01 Februari 2016

Panduan MPASI

MPASI pada bayi

oleh: Deasi Ratna Wulandari

Setelah 6 bulan hanya mendapatkan ASI, saat nya bayi Moms memasuki masa MPASI
Tapi ingat semua ada aturannya ya Moms

Walau saat ini ada banyak metode tentang MPASI. Misalnya ada yang berpendapat menu pertama harus sayur dahulu, ada juga yang bilang gula dalam buah lebih baik, ada juga yang menganggap pemberian serelia lebih minim menimbulkan alergi.

Pada awalnya banyak yang memilih metode WHO untuk pemberian MPASI. Namun saat ini juga banyak yang memilih metode FOOD COMBAINING yang mengutamakan buah, ataupun BABY LED WEANING (BLW) yaitu membiarkan bayi langsung memakan makanan padat sendiri dengan tujuan mengajarkan bayi mandiri dan belajar mengunyah

Apapun pilihan Moms tetap pelajari tetap pelajari terlebih dahulu ya Moms. Sesuaikan dengan kondisi anak kita sendiri. Tidak perlu membandingkan dengan anak orang lain, fokuslah pada anak kita.

Dan sebenarnya, apapun yang kita pilih itu bukan hal yang terlalu penting untuk diperdebatkan. Yang penting, berikan bahan makanan segar, serta bukan instan atau siap saji. Secara garis besar, inilah panduan yang perlu diperhatikan saat memulai MPASI:

1. USIA
Usia pemberian mp-asi
MP-ASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan berdasarkan kesiapan pencernaan bayi.
Resiko pemberian mp-asi dini sebelum usia 6 bulan akan memperbesar resiko alergi, diare dan penurunan produksi ASI. Pemberian mp-asi telat bulan dapat menyebabkan bayi tidak mendapat cukup nutrisi, sehingga mengalami defisiensi zat besi, tumbuh kembang yang terlambat.

2. FREKUENSI
frekuensi pemberian makan, berapa kali bayi diberi makan dalam sehari.
Di awal mp-asi diberikan 1-2 kali selama 2 minggu pertama;
seterusnya usia 6-9 bulan diberikan 2-3 kali makan utama sehari dan ditambah 1-2 x makanan selingan (buah);
usia 9-12 bulan 3 x makan utama dan 2x makanan selingan (buah, dll)

3. HINDARI MAKANAN BERGAS
Pilih sayuran dan buah yang bisa menimbulkan gas. Pada sayur, misalnya kol, sawi, kembang kol, kacang panjang, lobak dan asparagus. Sedangkan buah misalnya durian

4. MAKANAN TUNGGAL
Karena hanya mengkonsumsi ASI selama 6 bulan, maka saat pemberian MPASI harus dimulai dengan memberikan hanya 1 jenis makanan sekali makan. Ini untuk melihat apakah muncul alergi atau tidak. Alergi dapat dilihat 3-8jam setelah mengkonsumsi makanan. Artinya dalam 1 hari bayi bisa memakan 2 jenis makanan tunggal

5. VARIASI MAKANAN
Untuk perkenalan awal mp-asi, paling lama 2 minggu pertama disarankan dikenalkan satu jenis bahan tidak dicampurdengan frekuensi makan 1-2 kali sehari.
Masa pengenalan ini digunakan untuk pengenalan variasi sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah.
Khusus untuk protein hewani jika dirasa sulit dikenalkan secara tunggal, bisa dicampur dengan sumber karbohidrat yang sudah lolos pengenalan tunggal.
Pengenalan lemak tambahan sudah bisa dilakukan di 2 minggu perkenalan bahan tunggal. Penyajian menu tunggal boleh dicampur dengan lemak tambahan.

6. HIGIENIS
menyiapkan dan memasak makanan secara higienis. Pastikan makanan bebas patogen dan kuman, tidak mengandung racun/bahan kimia berbahaya, cuci bersih, masak dan simpan dengan baik, cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan dengan memakai sabun.